Kingsway Exchange tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah militer, tapi juga berperan penting dalam komunikasi global selama masa kritis Perang Dingin. Pada era 1950-an, terowongan ini menjadi sarana komunikasi esensial, berfungsi sebagai “hot line” yang menghubungkan langsung dua kekuatan besar dunia, Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Di dalam pertukaran ini, ribuan kabel utama saling berjaring, dengan 200 pekerja yang bekerja tanpa henti untuk memastikan setiap sambungan komunikasi berjalan dengan baik. Ketika British Telecom mengambil alih terowongan pada 1980-an, selain mengoperasikannya sebagai pusat telekomunikasi, mereka juga menambahkan fasilitas hiburan untuk staf pemerintah yang bekerja di sana.
Dengan inovasi menciptakan bar berlisensi terdalam di dunia, lengkap dengan ruang permainan berisi meja snooker dan tangki ikan tropis, terowongan ini menjadi tempat berkumpul yang unik dan mewah, mencerminkan kemewahan khas tahun 80-an.
Seiring perkembangan teknologi, fungsi terowongan ini mulai terpinggirkan. Pada akhir dekade 1980-an, teknologi komunikasi di dalamnya menjadi ketinggalan zaman, dan pusat telepon tersebut pun dinonaktifkan. Meski begitu, Manajer Keuangan Angus Murray melihat potensi besar di balik koridor-koridor gelap tersebut.
Murray, sebagai CEO The London Tunnels, memiliki visi untuk menghidupkan kembali terowongan dengan teknologi canggih. Ia berencana memperkenalkan layar imersif beresolusi tinggi, struktur interaktif, teknologi pemancar aroma, dan ratusan speaker berkualitas.