Sosok Refaat Alareer, Penyair dan Penulis Palestina yang Tewas karena Serangan Israel

Aqilahnews.com, Jakarta – Pada 1 November 2023, sekitar tiga minggu setelah pemboman brutal Israel terhadap Gaza, penyair, aktivis sekaligus akademisi Palestina Refaat Alareer mengunggah sebuah puisi di akun X miliknya, seperti yang telah ia lakukan selama ini. “Jika saya harus mati/Kamu harus hidup/Untuk menceritakan kisah saya,” bunyi cuitan itu.

Dikutip dari TRT World, Senin (18/12/2023), pada Jumat, 8 Desember 2023, berita kematian akademisi berusia 44 tahun dalam serangan udara Israel dipublikasikan oleh teman-temannya. Alareer, juga seorang profesor sastra Inggris, terbunuh di rumah saudara perempuannya di Shujayia (Shejaiya), sebuah distrik di selatan Gaza.

Serangan udara tersebut juga menewaskan saudara laki-lakinya, saudara perempuannya dan empat anaknya. Pekan lalu, akademisi Palestina lainnya, Prof. Sofian Tayah, rektor Islamic University of Gaza, juga tewas bersama seluruh keluarganya dalam serangan udara Israel.

Gelombang penghormatan kepada Alareer membanjiri media sosial ketika para penggemar dan teman-temannya mengenang pria yang telah menjadi suara rakyat Palestina, yang hidup di bawah penindasan Israel selama bertahun-tahun. “Dia adalah seorang penyair yang luar biasa, suara yang jelas bagi warga Gaza, dan jembatan sejati bagi orang-orang di luar Palestina,” kata Sami al Arian, seorang profesor keturunan Palestina-Amerika.

“Kepergiannya akan dirindukan oleh banyak orang di Palestina dan seluruh dunia,” kata Arian kepada TRT World.

Alareer juga mendokumentasikan konflik terbaru ini dalam bentuk syair. Ia menyoroti penderitaan warga Palestina yang menghadapi kebrutalan Israel.

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *