Haru Pertemuan Ibu dengan Bayi Prematurnya yang Hampir Meninggal dalam Serangan Israel ke Rumah Sakit Gaza

Berminggu-minggu kemudian, Kementerian Kesehatan Gaza memastikan nama Noor dan Sawsan ke dalam daftar pelancong medis yang mendesak. Pada 5 Desember 2023, para orangtua ini diberitahu bahwa nama mereka ada dalam daftar perjalanan.

Mereka berdua PUN pergi ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir el-Balah, di mana ambulans telah menunggu untuk membawa mereka ke perbatasan Rafah. Para ibu mengambil tempat duduk di sebelah pengemudi, masing-masing dengan tas kecil di pangkuannya.

“Saya sangat senang melihat gadis-gadis saya, tapi juga sangat cemas,” kata Sawsan. “Ini pertama kalinya saya bepergian ke luar Jalur Gaza. Saya takut dengan apa yang akan terjadi pada mereka jika saya dibunuh atau mereka diculik di Mesir.”

Keesokan harinya, tepat dua bulan setelah melahirkan, Noor akhirnya menggendong bayinya, Ayman, di Rumah Sakit El Arish Mesir. Ia mengirimkan foto dan video pada suami dan keluarganya, senyumnya tidak pernah lepas dari wajahnya.

“Saya sangat takut saya tidak dapat melihat anak saya karena genosida,” katanya. “Saya berharap perang berakhir, dan kita berdua bisa kembali ke Gaza.”

Sawsan harus menunggu satu hari ekstra untuk menemui Rateel dan Raseel setelah staf di Rumah Sakit El Arish memberitahunya bahwa putrinya telah dibawa ke rumah sakit di Kairo.

Karena warga Palestina dari Gaza dilarang melakukan perjalanan melalui Mesir tanpa visa, sebuah ambulans diatur untuk membawa Sawsan dalam perjalanan enam jam melalui gurun Sinai menuju ibu kota. “Anak-anak perempuan saya masih hidup dan sehat,” katanya pada Al Jazeera.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *