Eksistensi Tempat Belajar dan Sekolah Batik di Indonesia

Menurut Kepala Sekolah SMP Batik Surakarta, Ceket Palupi Suroso, M Pd, sekolah tersebut awalnya bernama SMP Batari yang didirikan oleh Koperasi Batik Batari bagian pendidikan pada 1 Agustus 1957. Dasar pendiriannya adalah, para anggota Koperasi yang notabene para pengusaha batik ingin agar disamping bisa berkhidmat di dunia pendidikan, juga bisa melestarikan batik.

Penggunaan gedung diresmikan oleh Dr. Muhammad Hatta atau Bung Hatta pada 16 Juli 1957. Pada 1 Agustus 1962 SMP Batari diganti nama menjadi SMP Batik Surakarta dengan perubahan penyelenggaraan yaitu Yayasan Pendidikan Batik. Lalu, apa saja yang dipelajari di SMP Batik ini, apakah semuanya berkaitan dengan batik?

“Mata pelajarannya sama dengan sekolah lainnya, kita menggunakan kurikulum merdeka sehingga ada mata pelajaran umum,” terang CP Suroso pada Aqilahnews.com, Jumat, 29 September 2023.

“Pelajaran tentang batik masuk di Kegiatan Intrakurikuler (berupa Mapel atau Mata Pelajaran Seni Batik), Ekstra Kurikuler (Ekstra Batik) dan Kokurikuler (Projek P5 yang salah satunya tentang batik),” tambahnya.

Di SMP Batik, seperti sekolah lain pada umumya, ada fasilitas laboratorium komputer yang memadai termasuk yang berkaitan dengan batik. Selain itu, ada juga satu laboratorium IPA dan bahasa serta ruang perpustakaan. Sebagai sekolah swasta SMP Batik juga sudah mendapat akreditasi A dengan rerata nilai akhir adalah 95.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *